BREAKING NEWS

Tampilkan postingan dengan label lintas daerah kapuas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lintas daerah kapuas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Oktober 2023

Warga Desa Humbang Raya Sepakat Pilkades PAW Ditunda Hingga 2024

KAPUAS- Pemilihan Penggantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Humbang Raya, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah diundur hingga usai Pileg dan Pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut berdasarkan hasil musyawarah desa (Musdes) yang dilaksanakan pada Selasa (24/10) di balai desa setempat yang dihadiri oleh Camat Mantangai, Yubderi, Dinas BPMD Kapuas, Penjabat Kades Humbang Raya, Pengurus BPD serta masyarakat yang mempunyai hak pilih.

Ketua DPD Humbang Raya, Suparman mengatakan, dalam Musdes yang berlangsung dari pukul 10.05 hingga pukul 14.30 WIB kemarin sangat alot. Namun demikian, semua pendapat dari peserta yang hadir bisa disatukan dalam bentuk berita acara yang telah disepakati bersama.

"Isi kesepakatan yang dituangkan dalam bentuk berita acara yang paling utama adalah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Penggantian Antarwaktu (PAW) Desa Humbang Raya ditunda hingga Pileg dan Pilkada 2024 selesai," kata Suparman kepada wartawan media ini usai rapat. 

Selain itu, kata Suparman, rencana Pilkades PAW Humbang Raya yang telah dijadwalkan pada tanggal 28 Oktober 2024 ditunda dan akan diadakan Musdes kembali.

Sementara itu, Camat Mantangai, Yubderi yang hadir pada Musdes Desa Humbang Raya itu mengatakan, pihak pemerintah kecamatan akan mrngakomodir kehendak masyarakat Desa Humbang Raya demi kebaikan dan kemajuan Desa Humbang Raya.

"Intinya kita hadir di sini sama-sama mengikuti Musdes penetapan hak pilih masyarakat yang belum terakomodir. Dan kehendak masyarakat menunda Pilkades PAW ini berdasarkan hasil Musdes ini," kata Yunderi.

Yunderi menjelaskan, Pilkades PAW itu ditunda karena dimungkinkan dalam ketentuan dan juknis yang diterbitkan oleh Sekda Kabupaten Kapuas, jika sampai tanggal 1 November 2024 tidak selesai Pilkades PAW maka bisa dilaksanakan kembali setelah Pileg dan Pilkada 2024.

"Nah, ini yang kita pahami bahwa pelaksanaan ini tidak ada yang melanggar ketentuan dalam artian tetap mengaju pada juknis yang ada. Terkait koreksi dari berbagai pihak juga tetap kita akomodir, dan kita ingin Pilkades ini mewakili semua unsur dari masyarakat desa," terangnya.

Ia menyebutkan, bahwa saat ini Desa Humbang Raya dipimipin oleh Pejabat Kepala Desa yang ditunjuk dari pihak kecamatan, yang mana dalam ketentuannya Pj Kades paling lama menjabat salama satu tahun.

"Mana kala dalam situasi darurat mendesak dan penting untuk dilakukan perpanjangan, maka kita lakukan perpanjangan masa jabatan Pj Kades dengan batas maksimal ya selama dua tahun," demikian Yubderi. (emca/jp).

Selasa, 22 November 2022

Ary Egahany Salurkan Bantuan Untuk Kelompok Tani Kabupaten Kapuas

KUALA KAPUAS- Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah, Ary Egahni Ben Bahat menyalurkan sejumlah bantuan peralatan mesin pertanian (alsintan) dari Kementan RI kepada kelompok tani di Kabupaten Kapuas, Senin (21/11).

Secara simbolis, bantuan yang merupakan aspirasi wakil Rakyat, Ary Egahni ini diserahkan langsung kepada para kelompok tani penerima, disaksikan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian Kapuas.

"Hari ini menyerahkan aspirasi saya berupa alsintan, ada 8 unit traktor roda dua, dan 6 cultivator kepada kelompok tani," kata Ary kepada wartawan seusai kegiatan.

Anggota DPR RI dari Partai NasDem ini berharap, kelompok tani tersebut dapat memanfaatkan alsintan ini dengan maksimal, menjaga memelihara dan dapat meningkatkan produksi pertanian dengan baik.

"Harapannya Pemkab Kapuas bersama-sama dengan seluruh jajaran stakeholder di Kapuas bagaimana untuk dapat menyatakan dan menunjukkan bahwa Kapuas benar-benar sebagai lumbung ketahanan pangan Kalteng dan ketahanan pangan nasional," ucapnya usai penyerahan.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia yang memperhatikan wilayah Dapil Kalteng.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Yaya S.P., berterima kasih atas penyerahan bantuan alsintan yang merupakan aspirasi Anggota DPR RI Dapil Kalteng ini.

"Tentunya ini akan sangat bermanfaat dan membantu bagi kelompok tani, mengingat juga alat alat yang ada di dinas saat ini sudah banyak yang berumur, sehingga ini sangat membantu," ucap Yaya. (andy/robby/jp).

Senin, 04 Mei 2020

Rusmianur Anggota DPRD Kapuas : Sebaiknya Jembatan Timbang Km 12.5 di Portal Saja

Rusmianur Legislator Partai Hanura DPRD Kabupaten Kapuas.
KAPUAS- Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19  di Kabupaten Kapuas, Anggota DPRD Rusmianur berharap  kendaraan angkutan barang yang melintas di  Km12.5 jalan Trans Kalimantan Kalsel-Kalteng tidak masuk ke dalam jembatan Timbang.

Ia mengkhawatirkan para supir angkutan barang yang terpapar Covid-19 kemudian memasuki wilayah Kapuas sehingga menyebarkan Covid-19 di daerah setempat, bahkan petugas jembatan timbang bisa tertular.

"Apabila ada salah seorang sopir tanpa diketahui padahal sudah terpapar virus covid-19, maka akan menularkan ke petugas dan masyarakat sekitar jembatan timbang," jelas Rusmianur di Kapuas, Minggu 3 Mei 2020 melalui telepon sululernya.

Menurut Rusmianur, Jembatan timbang keberadaannya hanya sebagai sarana pemantau dan penjaga aset saja. Armada angkutan barang tidak lagi harus masuk gerbang jembatan timbang.

"Silakan lewat jalan luar, apabila mobil angkutan barang masuk jembatan timbang maka seolah-olah area jembatan timbang menjadi tempat peristirahatan, untuk itu diharapkan gerbang masuk armada agar di portal," tegas Rusmianur.

Rusmianur yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, mengetahui jika kegiatan angkutan barang yang melintasi di jalan tersebut dari Banjarmasin ke Kapuas pada malam hari dan hanya sebagai tempat istirahat supir armada.

"Yang masuk pada jembatan timbang adalah angkutan bukan material milik pengusaha, bukan untuk kepentingan masyarakat Kapuas, sebaiknya jembatan timbang tersebut di portal saja," pungkas Rusmianur. (ros/her/jp)

Minggu, 03 Mei 2020

Positif Covid-19 Di Kapuas Mengalami Kenaikan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covit-19 Kabupaten Kapuas,
Dr. H. Junaidi SE. SKM. MAP. M. Kes
KAPUAS - Pandemi Corona Virus Diseases-19 (Covid-19) yang terjadi lagi di wilayah Kapuas yaitu dengan bertambahnya kasus Pasien positif terpapar corona virus (Covid-19) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sampai sabtu (02/05/2020) ini dinyatakan menjadi 11 orang positif Covid-19.

Penambahan 1 kasus positif  Covid-19 ini dari Kelurahan Selat Tengah Kecamatan Selat. Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 49 tahun adalah kontak erat dari kasus pasien 02, sudah dilakukan tes RDT pada tanggal 21 Maret 2020 yang lalu dan diketahui hasil swab kemaren dinyatakan positif.

"Dari total kumulatif 11 pasien yang dinyatakan positif terpapar virus corona, 2 orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan 9 orang saat ini masih dalam perawatan,"ucapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Dr H Junaidi SE SKM MAP M Kes mengatakan, dalam 5 hari terakhir terus mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Ada penambahan kasus positif Covid-19, sehingga menjadi 11 orang, ungkapnya.

Dia juga menambahkan kasus positif Covid-19 di Kapuas ini distribusi dari Kecamatan Basarang 3 orang, Kecamatan Selat Tengah 4 orang, Kecamatan Selat Barat 2 orang, Kecamatan Mantangai dan Dadahup masing-masing 1 orang.

"Saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 6 orang sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 4 orang," jelasnya.

Seiring dengan perkembangan dan penambahan kasus terpapar corona virus Covid19, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kapuas tak henti-hentinya menyerukan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19 ini, pungkasnya. (her/ros/jp)

Sabtu, 02 Mei 2020

Jaga Kesehatan Sebagai Upaya Cegah Covid-19

H. Darwandie SH. MH,
Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kapuas.
KAPUAS - Semakin hari semakin bertambah korban dari pandemi virus corona atau covid-19 khususnya di Kapuas membuat keprihatinan tersendiri, sehingga untuk memutus wabah tersebut, adalah dengan menjaga kesehatan, melaksanakan
Social distancing dan physical distancing.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kapuas H. Darwandie, mengatakan masih belum maksimalnya masyarakat dalam melaksanakan anjuran pemerintah untuk upaya pencegahan wabah virus Corona atau covid-19 ini.

"Berbagai informasi tragis terkait korban wabah virus Corona atau covid-19 yang mendunia termasuk Indonesia, khususnya Kabupaten Kapuas yang kian hari makin bertambah angka masyarakatnya terpapar covid-19" ungkap H. Darwandie, SH. MH melalui pesan singkat selulernya Jumat  (01/05).

Maka perlunya menanamkan kesedaran masyarakat kapuas untuk membiasakan diri dengan memberlakukan Social distancing (menjauhi segala bentuk perkumpulan) dan physical distancing (pembatasan sosial).

Karena mengingat penyebaran wabah virus Corona atau covid-19 diibaratkan satu orang terpapar bisa beresiko atau berpotensi bertambah jadi 100 orang terpapar dan seterusnya.

"Kalau bukan dari kesadaran diri kita sendiri untuk berupaya tidak terpapar virus Corona atau  covid-19, maka korban akan semakin bertambah dari tetangga kita, keluarga kita, teman kita" jelas H. Darwandie.

Dia juga menambahkan semua anjuran pemerintah, serta himbauan pemerintah segala upaya dilakukan pemerintah baik pencegahan hingga penanganan sangat maksimal, tinggal kembali pada masyarakat sendiri membiasakan dan melaksanakan dengan kesadaran pribadi sebagaimana upaya pemutusan rantai wabah covid-19, pungkas Darwandie (her/ros/jp)

Anggora DPRD Kapuas Bantu 3000 Masker untuk Masyarakat

KAPUAS - Keprihatinan tersendiri dirasakan oleh sosok legislator wakil rakyat asal Dapil III ini, dimasa pandemi virus covid-19 semakin meluas saat ini, keperdulian pribadi yang tulus turut melakukan sosialisasi pencegahan dalam membantu sedikitnya 3000 masker.

"Semoga pandemi virus Corona atau covid-19 ini, bisa berakhir dan pemutusan mata rantai penyebarannya dimulai dari menjaga kesehatan diri sendiri, gunakan masker kalu keluar rumah, cuci tangan dengan sabut, serta hindari berkerumunan dengan orang dan jaga kebersihan lingkungan," ucap Syarkawi H. Sibu melalui pesan singkat selulernya Jumat (01/05).

Wakil rakyat dari Dapil III meliputi Kecamatan Timpah, Kapuas Tengah, Pasak Talawang, Mandau Talawang dan Kapuas Hulu ini, terus melakukan aksi sosialnya agar masyarakat diwilayah tersebut bisa terhindar dari wabah virus corona yang saat ini mendunia.

"Sesuai dengan petujuk kesehatan, untuk pencegahan utama adalah menggunakan masker, dan sering melakukan cuci tangan, jaga kebersihan batasi berinteraksi sesama warga karena virus covid-19 tersebut, tidak terlihat secara kasat mata", jelas Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kapuas ini.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kapuas ini, berharap kepada masyarakat agar selalu mengikuti dan melakukan apa yang sudah diatur oleh pemerintah selama pandemi saat ini.

"Mari kita bersama dengan tulus melakukan apa yang diatur oleh pemerintah terhadap pencegahan serta memutus rantai pandemi virus Corona atau covid-19 dengan demikian seluruh masyarakat kita akan terselamatkan secara umum" pungkas mantan Sekda Kabupaten Murung Raya ini. (her/ros/jp)

Jumat, 01 Mei 2020

Positif Covid-19 Di Kapuas Terus Bertambah

KAPUAS - Pandemi yang terjadi lagi di wilayah Kapuas yaitu dengan bertambahnya Pasien positif terpapar corona virus diseases-19 (Covid-19) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sampai Kamis (30/4/2020) ini dinyatakan menjadi 10 orang positif Covid-19.

Penambahan 1 kasus positif  Covid-19 ini dari Kelurahan Selat Tengah Kecamatan Selat. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 41 tahun.
Dari total kumulatif 10 pasien yang dinyatakan positif terpapar virus corona, 2 orang di antaranya meninggal dunia, 8 masih dalam perawatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Pemkab Kapuas, H Junaidi mengatakan, dalam 3 hari terakhir terus ada penambahan kasus positif.

"Ada penambahan kasus positif Covid-19, sehingga menjadi 10 orang," ucap H Junaidi.

Kasus positif Covid-19 di Kapuas ini distribusi dari Kecamatan Basarang 3 orang, Kecamatan Selat 5 orang, Kecamatan Mantangai dan Dadahup masing-masing 1 orang.

"Saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 6 orang sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 3 orang," jelasnya.

Seiring dengan perkembangan dan penambahan kasus terpapar corona virus diseases, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kapuas tak henti-hentinya menyerukan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19 ini, pungkasnya.(her/ros/jp)

Kecamatan Mantangai Dirikan Posko Induk Covid-19

KAPUAS - Rapat pembuatan Posko percepatan penanganan Covid-19  di Kecamatan Mantangai. Berlangsung di aula Kecamatan Mantangai, rapat koordinasi mengenai antisipasi pencegahan virus Corona atau Covid-19 tingkat kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Rabu (30/04/2020) siang.

"Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk rapat koordinasi yang dihadiri Kapolsek Mantangai, Danramil, 4 Kepala desa, tokoh ulama, tokoh adat dan Upt Puskesmas Mantangai," katanya.

Rapat dipimpin oleh Camat Mantangai, Yunius Tunggal S.Sos dan disampaikan hasil rapat koordinasi tingkat Kecamatan di kantor kecamatan mantangai tentang rencana pembentukan Posko pencegahan covit-19 di Kecamatan tersebut.

"Tujuan pembuatan Posko Covid-19 adalah untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di Kecamatan Mantangai kabupaten Kapuas," jelasnya.

Bentuk Posko induk yang ditempatkan di tepi jalan lintas menuju 4 desa, yaitu Desa Mantangai hilir, Desa Mantangai Tengah, Desa Mantangai Hulu dan Desa Kalumpang.


Petugas akan ditempatkan oleh gabungan instansi terkait yaitu TNI – POLRI, kecamatan, Perangkat Desa, Puskesmas dan relawan, yaitu bertindak melaksanakan pemberhentian setiap kendaraan atau pendatang dari luar Kota yang mau masuk Ke Kecamatan Mantangai menuju desa-desa yang ada diwilayah kecamatan tersebut, akan dilakukan pemeriksaan fisik setiap orang masuk.

Kapolsek Mantangai, Iptu Catur mengungkapkan, Kegiatan ini ditekankan untuk mencegah masuk nya Covid-19 ke Kecamatan menuju Desa Khususnya kecamatan mantangai kabupaten kapuas.

“Mari kita sama-sama bersinergi dengan pihak medis. Jika ada masyarakat yang diduga terpapar virus corona, agar pihak medis bisa langsung merawatnya secara intensif,” pungkasnya. (her/ros/jp)

Rabu, 29 April 2020

Positif COVID-19 di Kapuas Mengalami Penambahan Satu Orang

Kadis Kominfo Dr. H. Junaidi, SE, SKM, MAP, M. Kes
KAPUAS – Jumlah kasus positif Corona Virus Diseises-19  (COVID-19) di Kapuas bertambah satu orang lagi, menjadi 9 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kapuas, H. Junaidi mengatakan, sebelumnya ada 8 orang positif, kini bertambah satu orang lagi, sehingga total positif virus corona menjadi 9 orang.

Hal tersebut, lanjut dia, berdasarkan hasil swab terakhir diterima pihaknya hari ini dari laboratorium Surabaya dinyatakan 1 orang positif Covid-19.

“Sebelumnya 8 orang positif, kini bertambah 1 orang lagi sehingga total positif COVID-19 di Kapuas berjumlah 9  orang,”  ungkap H. Junaidi, Rabu 29 April 2020 sore.

Ia membeberkan, dari total 9 orang tersebut, 2 orang diantaranya meninggal dunia dan 7 orang di karantina serta menjalani perawatan, tambahan positif covid-19 ini, 1 orang yang menjadi pasien 09 berinisial MT jenis kelamin laki laki, usia 38 tahun, asal PDP Desa Petak Batuah Kecamatan Dadahup.

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami pengurangan dari 51 orang hanya tersisa 8 orang tersebar di lima Kecamatan.

Ia menambahkan, untuk masyarakat Kabupaten Kapuas harus lebih hati- hati, lebih waspada, gunakan masker tetap di rumah, serta jangan melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

"Jangan anggap remeh corona virus ini, mari kita satukan persepsi, bahwa virus corona atau Covid-19 ini sangatlah berbahaya dan harus kita perangi," pungkas H.Junaidi. (her/ros/jp)

Pemdes Sei Asam, TTP di Posko Gabungan Siaga Covid-19

KAPUAS– Terapkan Perketat Pemeriksaan (TPP) di Desa Sei Asam Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas telah memasuki hari kedua. Sebanyak dua posko di desa yang menerapkan TPP membentuk Posko Siaga Corona.

Termasuk Desa Saka Batur, Kecamatan Kapuas Hilir. Kepala Desa Sei Asam, Masrawan mengungkapkan, ada dua Posko Siaga Corona yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Sei Asam dan Pemerintah Desa Sakabatur. Pembentukan Posko Siaga Corona itu, kata dia, dilakukan sejak Jumat 15 April 2020.

“Kita sudah jalankan metode perketat pemeriksaan. Yakni membangun dua Posko Siaga Corona, posko induk dan pos pantau,” ujar Masrawan,  Selasa 28 April 2020 sore.

Satu Posko Induk Siaga Covid-19 tersebut, lanjut dia, di Jalan Poros arah masuk Desa Sei Asam- Desa Bakungin dan Desa Saka Batur. Satu lagi di Desa Saka Batur yang berfungsi sebagai posko pantau siaga covid-19.

Di setiap posko ada aparat desa yang ditempatkan. Tugasnya mengawasi orang luar yang mau masuk ke Desa Sei Asam. Dibantu oleh anggota Babinsa, Babinkamtib, Kesehatan serta warga.

“Di Posko Induk Siaga Corona, juga kita siapkan alat pemeriksa suhu tubuh untuk warga. Ada juga wadah cuci tangan serta cairan disinfektan,” jelasnya.

Kades Sei Asam ini menegaskan, Corona Virus Diseases-19  (Covid-19) jangan dipandang enteng. Karena itu, Ia berharap penerapan perketat pemeriksaan efektif untuk memutus rantai penyebaran virus corona itu.

Pihaknya pun, sampai saat ini terus meminta semua warga Desa Sei Asam agar patuh terhadap imbauan pemerintah terkait social distancing.

Senantiasa jaga kebersihan. Rajin cuci tangan. Tetap jaga jarak (physical distancing) dan hindari kerumunan. Bagi warga yang didapati kumpul-kumpul akan didatangi dan dibubarkan oleh aparat desa.

“Kami juga minta warga tetap tinggal di rumah. Kalaupun harus beraktivitas di luar, maka wajib menggunakan masker. Pemerintah Desa Sei Asam menyediakan masker untuk dibagi-bagi pada warga,” ungkap Masrawan.

Masrawan mengaku bersyukur, karena warga Desa Sei Asam memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dan baik. Sehingga pihaknya tidak terlalu kesulitan memberikan pemahaman.

Contohnya warga yang punya usaha warung. Hanya sekali saja diimbau, warungnya langsung ditutup. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan.

“Sebagai pemerintah desa, saya salut dengan kesadaran warga disini. Demi kebaikan dan keselamatan bersama, mereka yang punya warung rela ditutup sendiri. Semoga upaya dan kerjasama kita semua, virus Corona ini lekas berlalu,” pungkas Masrawan. (her/ros/jp)

Selasa, 28 April 2020

TP-PKK Kapuas Akan Bagikan 100.000 Masker Kepada Masyarakat

Ary Egahni SH Anggota DPR-RI Komisi III, Saat Menyerah Kan Bantuan Masker.
KAPUAS – TP-PKK Kapuas akan membagikan 100.000 masker berbahan kain secara gratis kepada seluruh masyarakat kabupaten Kapuas, Kalteng.

Ketua TP-PPK Kapuas, Ary Egahni mengatakan, pembagian ratusan ribu masker berbahan kain gratis secara terstruktur kepada seluruh masyarakat di 17 kecamatan,10 kelurahan dan 214 desa dibagikan secara dor to dor.

"Pembagian masker nantinya secara terstruktur dan terorganisir baik melibatkan PKK secara berjenjang dari kecamatan, kelurahan dan desa, itu yang saya inginkan,” Tegas Ary Egahni Ben Bahat, Senin (27/04/2020).

Dia juga masih menyayangkan, minimnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker yang sudah diberikan secara gratis, karena masih banyak warga beraktivitas diluar rumah tidak menggunakan masker.

Hal ini karena mereka belum menyadari akan bahaya bencana Pandemik Corona Virus Diseises-19 (COVID-19) yang sudah mengakibatkan banyak orang meninggal dunia.

"Kalau kita sayang dengan diri kita, gunakan masker saat di luar rumah, ” Pintanya.

Ary Egahni yang juga Anggota DPR-RI Komisi III itu berpesan, masyarakat harus melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cuci tangan mengunakan sabun di air mengalir, pulang ke rumah langsung mandi sebelum berkumpul dengan keluarga.

“Saya meminta kepada media masa cetak, elektronik untuk menggelorakan pengunaan masker sangat penting apa bila berada di luar rumah, apalagi pada saat pandemi Covid-19, yang sangat dasyat sehingga mengancam kehidupan manusia,” Pungkasnya. (her/ros/jp)

Senin, 27 April 2020

Pancaroba, Selain Virus Corona Perlu Diwaspadai DBD

KAPUAS - Masa peralihan musim saat ini, dimana semua mata dan perhatian terpokus menghadapi virus Corona atau Covid-19, namun kini perlu juga menjadi perhatian kewaspadaan kita semua terhadap wabah dibawa nyamuk berupa deman berdarah dan Malaria.

"Penyakit malaria atau DBD muncul disaat pancaroba, yang memiliki beberapa gejala mirip dengan COVID-19 seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, prosedur layanan malaria mengacu pada protokol pencegahan COVID-19" ungkap anggota DPRD Kabupaten Kapuas, dr. HM. Rosihan Anwar melalui pesan singkat selulernya kemarin (26/04).

Praktisi kesehatan masuk lembaga Politik ini mengatakan bahwa penyakit malaria bisa memperberat kondisi seseorang yang juga terinfeksi COVID-19.

“Penderita malaria atau DBD dapat terinfeksi penyakit lainnya termasuk COVID-19, sehingga perlu kecermatan pihak medis melakukan penanganan pemilahan dan menentukan penderita" tegas dr. HM. Rosihan Anwar.

Jangan sampai nanti, penderita yang hanya mengalami malaria mendapatkan ponis medis sebagai PDP covid-19 begitu pula sebaliknya.

"Yang pasti kembali pada masyarakat luas agar lebih waspada lagi bukan saja tentang virus corona atau Covid-19, juga saat ini adanya wabah nyamuk malaria dan DBD" pungkas legislator dari PKS ini.(her/ros/jp)

Minggu, 26 April 2020

Kabupaten Kapuas, Kini Berstatus Tanggap Darurat Bencana Non Alam

KAPUAS- Sebelumnya berstatus siaga, kini kabupaten Kapuas, Kaliamntan Tengah berubah menjadi Tanggap Darurat Bencana Non Alam Penyebaran Penyakit Covid-19, sejak 22 April hingga 19 Mei 2020 mendatang.

Hal ini diungkapkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga, Sabtu 25 April 2020 di Posko Gugus Tugas covid-19 Kabupaten Kapuas.

"Kapuas kini berstatus Tanggap Darurat Bencana Non Alam Penyebaran Penyakit Covid-19 sampai 19 Mei 2020 kedepan," ungkap Panahatan Sinaga.

Ia menyebut, perubahan status ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas Nomor : 183/BPBD Tahun 2020 tentang Penetapan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Penyebaran Penyakit Covid-19 di Kabupaten Kapuas tertanggal 22 April 2020.

"Kita berharap semoga status tanggap darurat bencana non alam tersebut bisa menuntaskan dan memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kapuas," harap Kepala BPBD Kabupaten Kapuas ini.

Panahatan Sinaga meminta, agar seluruh Camat di wilayah Kabupaten Kapuas untuk tetap di tempat agar lebih tanggap dan sigap dalam bertindak terkait penanganan covid-19 di wilayahnya.


Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan, Percegahan Covit-19 Kabupaten Kapuas,
Panahatan Sinaga SHut Ketika Memantau Posko Perbatasan Basarang Malam Hari.
Dengan status Tanggap Darurat tersebut Kapuas harus mengerahkan seluruh kekuatan sumber daya manusia, peralatan, logistik, penyelamatan termasuk kemudahan pengadaan barang dan jasa, serta kebutuhan air bersih dan senitasi, sandang pangan juga pelayanan kesehatan.

"Seluruh komponen wajib sinergi dalam penanganan covid-19, tidak perlu saling menunggu, lakukan tugas sesuai tufoksi masing-masing dengan memperhatikan protokol penanganan covid-19," ujar Panahatan.

Hal serupa juga disampaikan Juru Bicara Pemda Kapuas, H.Junaidi, berkaitan dengan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Penyebaran Penyakit Covid-19 di Kabupaten Kapuas.

"Status ini sudah melalui proses dan pertimbangan sesuai kondisi, dengan ditetapkannya status Tanggap Darurat tersebut oleh Bupati Kapuas, maka semua lini berkopeten diharapkan kerja lebih maksimal lagi," pungkas H. Junaidai (her/ros/jp)

Sabtu, 25 April 2020

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Diharapkan Terstuktur

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kapuas,
H. Darwandie,  SH. MH
KAPUAS - Sepak terjang dan aksi dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Kapuas dalam menangani pandemi virus Corona atau Covid-19 melalui Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan patut kita apresiasi.

"Sebagai upaya menekan dan pencegahan serta memutus rantai wabah virus Corona atau covid-19 yang global tersebut, dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Kapuas sangat luar biasa, dan perlu kiranya lebih mengedepankan pola kerja yang terstruktur" ungkap Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kapuas, H. Darwandie melalui pesan singkat selulernya Jumat (24/04).

Apalagi, terkait dengan dilakukankannya rasionalisasi anggaran yang dipusatkan penggunaanya untuk penanganan covid-19, dengan mengorbankan berbagai program kegiatan setiap SOPD dilingkungan Pemkab Kapuas.

"Penggunaan anggaran hasil rasionalisasi tersebut, tetap harus dipertanggung jawabkan sebagaimana mestinya, begitu juga apabila terdapat bantuan baik dari propinsi dan Pemerintah Pusat" tegas Darwandie.

Semua sayap tufoksi terkait penanganan covid-19 dari SOPD seperti Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial dan Tagana, Diskominfo serta yang terkait lainnya.

"Kerja seluruh OPD dan yang terkait lainnya tidak kenal lelah, dibawah komando Bupati Kapuas Ben Brahim, demi menyelamatkan masyarakat Kapuas dari wabah covid-19, begitu pula dari berbagai kalangan yang memberikan dukungan serta bantuan baik kepada petugas disetiap Posko hingga bantuan langsung ke masyarakat yang terdampak," pungkas Darwandie. (her/ros/jp)

Kamis, 23 April 2020

Kapuas Tambah Satu Pasien Positif Covid-19, Riwayat Klaster Gowa

KAPUAS - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kapuas mengumumkan satu lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien tersebut berusia 52 tahun.

"Saat ini ada penambahan satu pasien positif Covid-19. Jadi total hingga saat ini pasien yang positif virus corona terdapat dua orang,” jelas Dr H. Junaidi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas, Selasa (21/04) belum lama tadi.

Junaidi menyebutkan, pasien tersebut sebelumnya berstatus Orang dalam Pemantauan atau ODP saat ini kondisinya seperti tidak ada gejala penyakit.

"Sekarang pasien positif Covid-19 masih kita karantina dan kondisi beliau sangat sehat dan nantinya akan dilakukan PCR atau swab dan apakah yang bersangkutan memang masih positif atau sudah negatif," ungkap Junaidi, sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Kapuas.

Selain itu Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dr Tri Setyautami, mengatakan penambahan pasien positif Covid-19 ini disebut kasus 02 Kapuas.

"Kasus 02 Kapuas ini termasuk klaster Gowa, Sulawesi Selatan dalam rangka Ijtima Ulama. Mereka tiba di Kapuas pada 23 Maret lalu. Kemudian pada 30 Maret ditemukan serta diperiksa masih berstatus sebagai ODP," ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pada 20 April 2020 tadi, pihaknya mendapatkan hasil bahwa yang bersangkutan positif terpapar Covid-19, pungkasnya. (her/ros/jp)

Ketua TP PKK Desa Lapetan Bagikan Masker Kepada Warga

KAPUAS–  Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Lapetan membagikan masker serta mensosialisaikan bahaya Covid-19, Selasa (21/04), belum lama tadi.

Hal ini sebagai bentuk perhatian kepada Pemerintah dalam pencegahan Covid-19 di wilayah ini. Karena TP-PKK merupakan barisan terdepan dalam upaya pencegahan Covid 19 kepada masyarakat di desa Lapetan tersebut.

"Kami berharap, apa yang kami lakukan ini dapat membantu pemerintah daerah menjalankan programnya dalam penanganan pencegahan covid-19 ini," ujar Ketua TP PKK Desa Lapetan, Miah.

Menurut Miah, masker dibagikan langsung ke rumah-rumah warga, hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunam massa.


"Sebagian kami serahkan kepada  Kepala Dusun untuk dibagikan secara bertahap, sementara untuk lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Lapetan, pembagiannya di Kantor Desa, tentunya dengan waktu yang bergantian, guna tidak menimbulkan kerumunan,” jelas Miah.

Sementara itu, Kepala Desa Lapetan Sariyanto mengapresiasi kegiatan yang dilakukan TP PKK  yang turut andil dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat terlibat dalam penanganan virus Corona ini,”kata Yanto.

Yanto juga menghimbau kepada warganya agar jangan panik, selalu waspada, tidak perlu keluar rumah jika tidak ada sesuatu yang mendesak.

“Patuhi segala himbauan pemerintah, kalau seandainya keluar rumah tetap menggunakan masker, budayakan hidup bersih dan sehat. Mari bersama, kita bersatu melawan Covid-19 ini,” ajak Kades Lapetan. (her/ros/jp)

Rabu, 22 April 2020

Peringati Hari Kartini, Srikandi Kapuas Serahkan Masker

 Sri Umi Daryatun Anggota DPRD  Kabupaten Kapuas
Saat Menyerah kan Bantuan Masker
Kepada Pihak RSUD dr. Soemarno Sostroadmojo Kapua
KAPUAS - Memaknai hari Kartini disela wabah virus covid-19, srikandi DPRD Kabupaten Kapuas Sri Umi Daryatun menyerahkan bantuan berupa masker kepada pihak RSUD dr. Soemarno Sosroadmodjo Kuala Kapuas.

"Masker merupakan perisai standar untuk para garda didepan dalam penanganan kesehatan di rumah sakit" ucap Sri Umi Daryatun melalui pesan singkat selulernya, Selasa 21 April 2020.

Menurut legislator dari PKS ini, bahwa agar masyarakat secara umum meningkatkan kewaspadaan pribadinya masing-masing dengan membiasakan pola hidup sehat.

"Dengan kita menjaga diri masing-masing secara langsung merupakan pencegahan dan upaya memutuskan rantai menyebarnya wabah virus covid-19 ini," jelas Sri Umi Daryatun.

Apalagi, dalam momen memperingati hari Kartini, makna yang berarti terus dilakukan para perempuan yang dominan sebagai pelaku pembangunan khususnya tenaga medis sebagai garda didepan penanganan pasien baik sakit umum sampai terpapar Corona virus atau  covid-19.

Menurut dia, masker merupakan perisai dasar bagi tenaga medis di rumah sakit yang kita ketahui bahwa lingkungan rumah sakit sangat rentan terserang berbagai virus dan lain-lainnya.

"Masker standar medis sangat langka saat ini, sementara kebutuhan semakin meningkat, semoga di hari perjuangan emansipasi HABIS GELAP TERBITLAH TERANG bisa menjadi makna berarti bagi kita semua melewati masa wabah virus covid-19 segera berlalu," pungkas Sri Umi Daryatun (her/ros/jp).

Yetty Indriana Anggota DPRD Kapuas, Waspadai Anggaran Bertopeng Covid-19

Srikandi Fartai Gerindra DPRD Kabupaten Kapuas,
Yetty Indriana
KAPUAS - Musibah mendunia terkait wabah virus Corona atau Covid-19  yang terkesan semua fokus untuk upaya pencegahan dan pemberantasan jangan sampai malah di manfaatkan untuk kepentingan lain.

"Pembangunan sektor lain saat ini sudah terabaikan, anggaran pemerintah malah terkesan berlomba-lomba untuk keperluan penanganan dan pencegahan terpaparnya  virus Corona atau Covid-19, " kata srikandi Partai Gerindra DPRD  Kabupaten Kapuas, Yetty Indriana melalui telpon selulernya, Selasa 21 April 2020.

Kegiatan pemerintah bersama dengan unsur lain terkait dalam melawan dan mencegah mewabahnya virus covid-19 sangat luar biasa dan patut dibanggakan serta diapresiasi.

Sumbangan berbagai pihak sudah tidak terhitung, demi bersama melawan dan mendukung kegiatan pemerintah dalam pencegahan diserangnya corona virus atau covid-19 dimasing-masing wilayah.

"Sebagaimana pondasi kehidupan, bahwa tidak bisa dilepaskan adalah kepentingan umum, atau kepentingan masyarakat lebih dikedepankan oleh pemerintah," jelas Sekretaris Komisi I Kabupaten Kapuas ini.

Semua jajaran pemerintah bergerak berjenjang sesuai dengan perintah dan intruksi masing-masing pemangku pimpinan wilayah berhirarki dengan aturan dari pemerintah Pusat.

"Jangan lupa, alokasi anggaran pemerintah sudah tertuang dalam Daftar Induk Penggunaan Anggaran (DIPA) memiliki aturan yang belum bisa dilaksanakan diluar ketentuan berlaku hanya dengan atas nama berdalih kebijakan," ungkap Indri sapaan akrabnya.

Jangan sampai seluruh gerakan pencegahan dan penanganan virus covid-19 hanya dijadikan topeng karena menjadikan peluang penyalahgunaan anggaran untuk memperkaya diri pribadi dan golongan.

"Bertopeng penanganan dan pencegahan corona virus atau covid-19 dengan menguras anggaran sebesar-besarnya, sementara peruntukannya bisa saja fiktif atau tidak benar diada-adakan untuk memenuhi persyaratan administrasi negara saja," jelas Indri

Indri juga menegaskan, semua ada pertanggung jawabannya, ingat dengan musibah wabah Corona virus atau covid-19 ini, tak lepas dari berakibat miskin masyarakat dengan pendapatan keluarga semakin menurun, roda perekonomian tidak stabil, pungkasnya (her/ros/jp)

Selasa, 21 April 2020

BLT Dana Desa, Wajib Tepat Sasaran

Yohanes Wakil Ketua I DPRD
Kabupaten Kapuas
KAPUAS  - Berdasarkan keputusan Pemerintah Pusat melalui Menteri Desa PDTT memberikan keluasan pemerintah desa untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), diharapkan benar-benar terlaksana dan wajib tepat sasaran.

"Penuhi syarat dan ketentuan berlaku untuk mendapatkan program BLT yang menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 sebagai upaya keseriusan pemerintah dalam menanggulangi pandemi virus Corona atau covid-19 saat ini" ucap Waket I  DPRD Kabupaten Kapuas, Yohanes melalui pesan singkat selulernya, Senin 20 April 2020.

Pengaturan untuk menyalurkan BLT - Dana Desa kepada keluarga miskin di desa yang mengacu pada Permendes PDTT nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes PDTT nomor 11 Tahun 2019 tentang Proiritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

"Sasaran penerima BLT-DD adalah keluarga miskin non PKH (program Keluarga Harapan), atau Bantuan Pangan Non Tunai  (BPNT) yang kehilangan mata pencaharian, belum terdata (exdusion error) dan mempunyai anggota keluarga yang rentan  sakit menahun/kronis" jelas legislator PDIP Kapuas ini.

Penyaluran BLT - DD tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban kebutuhan masyarakat disebabkan dampak wabah virus Corona atau covid-19.

"Perlu diingat, fungsi dan tugas DPRD Kabupaten Kapuas juga akan melakukan pengawasan dengan ketat dalam pelaksanaan program ini oleh desa" pungkas Yohanes. (Her/ros/jp)

Senin, 20 April 2020

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Algrin Ikhlas

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Algrin Gasan
terus melakukan aksi sosialnya dengan membagikan beras
untuk masyarakat terdampak covid-19 di Kecamatan Basarang
KAPUAS- Aksi sosial dan kemanusiaan dampak covid-19 rupanya terus terpatri pada sosok legislator Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kapuas, Algrin Gasan yang terus melanjutkan bantuan pribadinya untuk masyarakat.

Bantuan yang dikucurkan berupa beras untuk masyarakat Kecamatan Basarang dan sekitarnya dilakukan mulai Sabtu hingga Minggu 19 April 2020.

"Bagaimanapun juga kita tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan publik, disaat seperti ini perlu perhatian bersama untuk saling asih asuh, saya ikhlas bantu warga," ucap Algrin Gasan melalui pesan singkat selulernya kemarin.

Sekecil apapun pemberian yang disampaikan merupakan keperdulian bersama untuk menenangkan masyarakat kita dari kepanikan wabah virus Corona atau covid-19.


"Kita masih belum mengetahui pasti sampai kapan situasi seperti ini berlangsung, akan tetapi dampaknya terus berkembang pada kehidupan sosial masyarakat kita perlu membangkitkan semangat gotong royong memutus rantai virus covid-19," jelas Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Kapuas ini.

Dampak dirasa tidak memandang jabatan, usia dan lain-lain akan tetapi terus akan dirasakan himpitan ekonomi bagi masyarakat luas, sedikit pemberian merupakan langkah kebersamaan dalam kerangka NKRI menjaga keutuhan Bhineka Tunggal Ika, pungkas Algrin (her/ros/jp)
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes